SELAMAT DATANG DIBLOGGER KU

Jumat, 13 November 2020

Hidup Yang Berarti

 Hidup Yang Berarti

Akhir akhir ini banyak orang yang membuang buang waktunya dengan kegiatan yang tidak bermutu. Terkadang kita suka lupa mana hal yang harus diutamakan dan mana yang harus dinomor duakan. Dikarenakan kondisi yang sekarang sedang kita hadapi. Kita lebih sering menghabiskan waktu dirumah. Padahal, kita bisa memilih kegiatan yang menguntungkan kita dan juga orang lain. Bisa dengan cara berkarya,membuat video konten yang bermutu, usaha kecil kecilan dan sebagianya. Sebenarnyak banyak yang bisa dilakukan apalagi diumur kita yang masih muda. Itu juga memudahkan kita untuk terus sukses dan maju. Namun ada yang membuat sikap kita menjadi terhalang untuk melakukannya. Yaitu malas, ingin viral atau sukses dengan cepat tidak ada usaha, itu sama saja bohong. Dimana mana orang yang ingin sukses pasti ada banting tulang, tangis dan air mata yang dirasakan, banyak lika liku yang akan dihadapi. Asal kita tidak pantang menyerah pasti bisa. 

Agar negara tercinta kita Indonesia bisa terus maju, harus dimulai dari generasi mudanya yang mau dibentuk untuk bisa membangun negeri ini. Jika generasi dini saja sudah tidak mau, bagamaina nanti? Dan siapa lagi? Jangan pernah takut untuk mencoba itu hanya membuat kita menjadi tidak percaya diri. Harus berani berkorban, berani menciptakan sesuatu yang berguna, dan berani tampil beda. Karena kekurangan dan kelebihan orang itu pasti berbeda beda. Jadi karya yang dibuatnya juga pasti akan berbeda. 

Yang masih sekolah, harus terus rajin belajar, jangan terus menerus bergantung dengan teman apalagi mencontek. Itu sangat salah dan perbuatan yang tidak terpuji. Belajar untuk menggunakan hasil sendiri. Walaupun hasilnya tidak sesuai ekspetasi tapi itu lebih membuat kita jauh lebih bangga dan merasa puas. Daripada kita mendapat nilai bagus tapi bukan hasil sendiri melainkan hasil orang lain. Akan ada perasaan kurang didalam hati kita secara tidak menyadarinya. 

Maka dari itu, ayo bangun semangat yang ada dalam diri kamu. Supaya bisa memanfaatkan waktu yang ada. Dan ubah hidup kamu, supaya jauh lebih berarti. Jadilah orang yang bisa diandalkan oleh orang orang sekitar kita. Jadilah terdepan bukan terbelakang. Tapi ingat, jangan pernah sombong. Karena sombong akan menjatuhkan dirimu. 

Dalam hidup berarti tidak selalu membicarakan tentang kesuksesan tapi bagaimana kamu bisa menjadi contoh bagi orang sekitar kamu dan juga bisa jadi teladan untuk mereka. Kota didunia ini hanya sementara, tidak baik jika kita terus mengejar materi saja. Tapi kita juga harus mengejar sikap baik kita untuk sesama. Jika banyak orang yang membicarakan kita karena mereka ingin menjatuhkan kita, iri atau tidak suka dengan kita. Jangan pernah terpancing dengan apa yang mereka bicarakan. Ambil saja pembicaraan yang mungkin membangun kita dan bisa kita jadikan referensi dimasa depan. Karena kita hidup bukan apa kata orang lain. Tapi apa yang benar. 

Senin, 09 November 2020

Tua Itu Pasti, tapi Dewasa Itu Pilihan

 Tua Itu Pasti, tapi Dewasa Itu Pilihan 

Setiap orang pasti akan bertambah umurnya dari hari kehari. Kita tidak akan berdiam pada satu titik saja, melainkan waktu terus berjalan. Tapi umur tidak akan menentukan, sikap kedewasaan kita. Ada orang yang berumur lebih dari 20 tahun tapi sikapnya tidak dewasa sama sekali. Sedangkan, adapula orang yang berusia dibawah 17 tahun dia sangat dewasa. 

Semuanya memang dipengaruhi oleh lingkungan kita sendiri dan tentunya diri kita sendiri. Jika orang orang sekitar kita memberi dampak buruk, atau memberi contoh yang memburuk. Lama lama akan terekam oleh kita yang menerimanya, dan kita mengaplikasikannya dikehidupan sehari hari. 

Maka dari itu pergunakanlah waktu untuk bisa membentuk karakter pada diri kita. Tidak ada kata terlambat untuk mengubah kebaikan. Zaman itu semakin berkembang, jika kita bersikap seperti tidak tahu apa apa. Itu adalah hal yang sia sia saja. Tidak ada yang bisa mengubah diri kita, kecuali kita sendiri. Sekuat apapun orang lain dia tidak akan bisa mengubah kita, dia hanya memberi sebuah motivasi saja. Dan pada akhirnya semua kembali kepada keputusan yang kita ambil.  

Kita bisa menjadi dewasa, karena kita telah melewati permasalahan hidup dan kita bisa menyikapinya dengan baik. Semua agama pasti mengajarkan hal hal benar. Jangan sampai umur kita sudah tua, tapi kelakuannya seperti anak kecil. Itu benar benar tidak dewasa. 

Didunia ini memang tidak ada yang sempurna, tapi setidaknya kita bisa menjadi orang yang benar dan berkuliatis untuk orang orang sekitar kita. 

Jumat, 06 November 2020

Berfikir Positif

Berfikir Positif

Hai! Menurut saya berfikir positif itu sangat penting. Bagaimana kita bisa maju jika, apa yang kita fikirkan selalu negatif? Hidup selalu akan ada masalah, tapi semua tergantung bagaimana kita menyikapi masalah tersebut. Tapi secara sadar dan tidak sadar, seringkali kita mengeluh akan masalah masalah kita. 

Memang, tidak semua orang bisa berfikir dan bersikap positif. Tapi, tidak salahnya jika kita mencoba selagi itu hal yang baik untuk diri kita. Ketika kita menganggap masalah itu sulit, tapi ingat kita tidak sendiri. Ada Tuhan Yang Maha Esa yang selalu bersama kita. Kita diberi cobaan bukan Dia tidak sayang pada kita, tapi dari situlah kita bisa lebih diajar, lebih diasah menjadi pribadi yang jauh lebih baik, dan otomatis level kita juga jadi meningkat. 

Ada juga manfaat dari berfikir positif, yaitu kita lebih tenang, lebih mudah senyum, fikiran lebih baik, hati jauh lebih senang dan kita juga memberi motivasi kepada orang sekitar bahwa kita harus kuat jika ada persoalan. Jangan pernah khawatir akan masalah, karena tidak ada masalah yang melewati batas kemampuan kita. Semuanya sudah digariskan oleh Yang Maha Kuasa. 

Tidak hanya itu, berfikir positif juga membuat kita menjadi orang yang jauh lebih bersemangat akan masa depan. Rintangan pasti ada, tapi kemenangan kita adalah dimana kita bisa melewati hal hal sulit itu untuk menuju kesuksesan. Jangan terlalu terpaku akan hasil tapi proses lah yang membentuk karakter kita. 

Terjatuh boleh, asal harus bisa bangkitkan semangat kembali. Karena tidak akan mungkin jika kita terus berada didalam satu titik yang sama secara terus menerus. Karena dunia itu jahat, dia akan semakin berkembang sesuai keadaan yang ada. Jika kita tidak bisa mengimbangi kemampuan diri kita dengan perkembangan zaman ini, kita akan tersingkirkan. Maka dari itu terus lah kejar semua hal yang benar. Jangan anggap hal itu baik, karena bagi satu orang baik tapi belum tentu bagi orang lain itu baik. Carilah hal yang benar, karena jika hal itu benar memang itulah yang benar apaadanya.  

Kisah Perjalananku (Masa Kecilku) Part 2

 Masa Kecilku Part 2

Kami pindah kekota yang bernama RangkasBitung. Disana aku mulai kembali sekolah ditempat baruku. Orang tuaku pun mulai melanjutkan pekerjaannya. Tetangga sekitarku cukup ramah dengan keluarga kami. Tidak lama kami juga memiliki keluarga baru, yaitu adik perempuan ku. Dia tidak berbeda jauh dari ku. Hanya saja dia lebih manis. Saat masih kecil adik ku sering jatuh dari tempat tidurnya, tapi hebatnya dia tidak menangis dan malah masih tertidur pulas. 

Pada sore hari kami biasanya berjalan jalan main keluar rumah, aku sambil menyuapin makan adik ku. Saat itu dia mulai bisa berjalan sedikit demi sedikit. Kebetulan ada saudara perempuan ku juga yang sedang menginap dirumahku. Ketika itu kami sedang bermain bersama. Kami bermain petak umpet. Aku yang sedang menggendong adikku, terjatuh karena mungkin aku yang masih tidak terlalu kuat. Akhirnya kami terselandung. Demi menyelamatkan adikku, aku menopangnya dibagian kepala dan punggung. Disitu aku sangat takut sampai aku tidak memikirkan diriku sendiri. Adik yang masih sangat kecil dia hanya bisa menangis. Kami ditolong oleh warga dan saudaraku. Tidak menyadari, ternyata sikutku dan tangan ku terluka. Bahkan luka itu tidak bisa hilang sampai sekarang, kurang lebih seperti cacat kecil. Rasanya sangat sakit. Tapi aku senang, adik ku tidak kenapa kenapa, dan tidak ada luka sedikitpun. 

Saat orang tuaku pulang kerja, mereka bertanya mengapa aku bisa sampai seperti ini. Lalu aku menjelaskannya. Untungnya saja aku tidak dimarahi, karena aku sudah cukup bertanggung jawab. Karena adikku tidak kenapa kenapa akibat perbuatanku. Selama beberapa hari aku tidak bermain sore lagi. Karena aku butuh istirahat. 

Hari demi hari aku menjalankan kehidupanku dibangku SD.  Pertama kali aku masuk sekolah disana, aku diajukan untuk mengikuti lomba cerdas cermat. Tapi disitu saya menolak. Karena saya kurang percaya diri. Dan akhirnya guru saya tidak mengajukan nama saya namun nama teman saya. Dikelas 1, aku mendapatkan ranking 4. Saat kelas 2, aku disuruh kembali untuk mengikut lomba Calistung (membaca, tulis, berhitung). Disitu saya diberi semangat oleh keluarga saya, teman saya dan guru guru. Akhirnya saya berfikir optomis untuk mengikuti lomba itu. Walaupun akhirnya aku tidak mendapat juara. Tapi orang orang sekitar aku sangat bangga akan perjuangan aku. Dibangku kelas 3 SD juga aku kembali mengikut lomba Calistung. Sampai kelas 4 SD, aku masih tetap mengikuti lomba itu. Walaupun aku tidak pernah memenangi lomba tersebut, tapi aku banyak dapat hal hal baru dan pelajaran dari mengikuti lomba itu. 

Ketika aku kelas 5, aku ditunjuk untuk mengikuti lomba Cerpen, tetapi aku tidak mau. Mereka terus mendukung aku untuk mencoba dulu. Menang atau kalah adalah akhirnya. Yang penting usahanya. Tapi aku tetap tidak mau, karena bagiku itu bukan bakatku. Akhirnya aku mencoba bertukar mata lomba dengan salah satu temanku. Dia bernama Putri, awalnya dia tidak mau. Tapi aku terus membujuk dia, dan akhirnya dia meng-iyakan. Aku sangat senang. Jadinya aku mengikuti lomba Puisi dan temanku Cerpen. Tidak ku sangka aku mendapat juara 3. Walaupun aku awalnya gugup tapi aku tidak mau mengecewakan mereka. Disaat aku kelas 6 SD, aku ditunjuk kembali untuk mengikuti lomba O2SN yaitu Atletik (ada lempar lembing, lari, zigzag, matras, lompat dan sebagainya). Walau aku dan 5 temanku lainnya tidak menang, tapi kami bangga karena dari seratus sekolah kami menduduki posisi 20 besar. Setidaknya kami bisa melakukan yang terbaik. 

Waktu terus berlalu. Aku mulai beranjak dewasa, dan orang tuaku memputuskan untuk pindah kota lagi. Karena adanya urusan kerjaan. Awalnya aku menolak, karena aku sangat sedih. Aku tidak mau meninggalkan teman teman baikku disana. Walau memang ada sebagian orang yang suka menjelek jelekkan ku tapi orang orang yang menyayangiku selalu ada bersamaku. 

Saat perpisahan, aku dan teman teman kelasku menangis. Karena setelah itu, kami akan sangat jarang bertemu dan keberadaan kami saling berjauhan. Bagaimana pun mereka adalah sahabat terbaikku. 

Kisah Perjalananku (Masa Kecilku)

Masa Kecilku

Aku lahir, 16 Februari 2004 di Jakarta. Sejak aku lahir dengan keadaan yang baik, mataku sipit,rambutku seperti jagung yang hanya beberapa helai dan berwarna kemerah-merahan, kulitku juga begitu putih. Aku adalah anak pertama dari keluargaku, dan juga cucu pertama. Mereka sangat amat menyayangi aku (tentu saja aku adalah bayi kecil pertama yang lahir dalam keluarga itu:D). 

Pada saat itu kami sekeluarga tinggal dalam satu rumah. Saat mama ku berangkat kerja bersama ayahku, aku hanya bisa menangis karna aku belum mengerti apapun, jadi mengungkapkannya hanya dengan menangis. Seketika kami sekeluarga pindah ke Serang, Banten. Dari situ kami memulai hidup baru (aku, papa dan mamaku). Kami pindah karena adanya pemindahan kerja orangtuaku. Saat aku TK dan SD kelas 1, aku bersekolah disana. Dari kecil aku memang anak yang cukup ambisius dan selalu terburu buru. Aku pernah mengikuti lomba cerdas cermat dan mendapat juara ke-2. Papa dan mamaku sangat bangga kepadaku. 

Aku juga memiliki 2 anjing, namun yang 1 nya meninggal sejak aku masih kecil. Dan yang satu lagi bernama Boli. Dia anjing yang sangat pintar. Ketika kami sekeluarga pergi pasti dia menangis karena tidak ingin ditinggal sendirian dirumah. Saat kami kembali lagi, Boli pasti senang, dia melompat lompat kesana dan kemari. Suatu saat anjingku menggonggong. Kami bingung ada apa sebenarnya. Saat kami mengeceknya ternyata ada seekor ular yang sedang melingkar dikandang anjingku. Untung saja anjing ku tidak digigit atau dililit oleh ular tersebut. Mama ku menyuruh Boli untuk masuk kedalam rumah bersamaku. Dan mamaku memanggil warga lain untuk membantu mengeluarkan ular tersebut. Kejadian itu memang biasa, karena rumah kamu dekat dengan danau yang cukup besar. Disitu juga banyak orang yang jatuh kedanau saat mereka sedang memancing atau bermain. Dengar dengar memang cukup angker disitu. Makanya orang tuaku selalu melarang aku untuk bermain disana. 

Kala itu orang tuaku memanggil seorang pembantu untuk mengurus aku. Karena mereka sibuk bekerja sehingga tidak terlalu bisa untuk memperhatikan aku. Namun, pembantu itu kerjaannya hanya bermain handphone, berkumpul bersama teman temannya. Dan aku ditinggal sendirian sampai aku tidak diberi makan. Aku mengadu semuanya kepada papa dan mama. Aku tidak nyaman karena sikap dari pembantu itu. Dan akhirnya pembantu itu dipecat oleh orang tuaku. 

Saat aku berusia 6 sampai 7 tahun aku menduduki bangku SD kelas 1. Karena aku cukup berbeda dari teman temanku yang lain. Aku memiliki kulit putih, mata sipit dan agamaku pun berbeda dari mereka. Aku pernah dimusuhin oleh mereka, dijauhkan dan sebagainya. Karena perbedaan ku itu. Dan akhirnya aku memutuskan untuk pindah sekolah. Bukan hanya aku, tapi kedua orang tuaku pun dipindahkan karena urusan pekerjaan kekota lain. 

Hidup Yang Berarti

 Hidup Yang Berarti Akhir akhir ini banyak orang yang membuang buang waktunya dengan kegiatan yang tidak bermutu. Terkadang kita suka lupa m...