Masa Kecilku Part 2
Kami pindah kekota yang bernama RangkasBitung. Disana aku mulai kembali sekolah ditempat baruku. Orang tuaku pun mulai melanjutkan pekerjaannya. Tetangga sekitarku cukup ramah dengan keluarga kami. Tidak lama kami juga memiliki keluarga baru, yaitu adik perempuan ku. Dia tidak berbeda jauh dari ku. Hanya saja dia lebih manis. Saat masih kecil adik ku sering jatuh dari tempat tidurnya, tapi hebatnya dia tidak menangis dan malah masih tertidur pulas.
Pada sore hari kami biasanya berjalan jalan main keluar rumah, aku sambil menyuapin makan adik ku. Saat itu dia mulai bisa berjalan sedikit demi sedikit. Kebetulan ada saudara perempuan ku juga yang sedang menginap dirumahku. Ketika itu kami sedang bermain bersama. Kami bermain petak umpet. Aku yang sedang menggendong adikku, terjatuh karena mungkin aku yang masih tidak terlalu kuat. Akhirnya kami terselandung. Demi menyelamatkan adikku, aku menopangnya dibagian kepala dan punggung. Disitu aku sangat takut sampai aku tidak memikirkan diriku sendiri. Adik yang masih sangat kecil dia hanya bisa menangis. Kami ditolong oleh warga dan saudaraku. Tidak menyadari, ternyata sikutku dan tangan ku terluka. Bahkan luka itu tidak bisa hilang sampai sekarang, kurang lebih seperti cacat kecil. Rasanya sangat sakit. Tapi aku senang, adik ku tidak kenapa kenapa, dan tidak ada luka sedikitpun.
Saat orang tuaku pulang kerja, mereka bertanya mengapa aku bisa sampai seperti ini. Lalu aku menjelaskannya. Untungnya saja aku tidak dimarahi, karena aku sudah cukup bertanggung jawab. Karena adikku tidak kenapa kenapa akibat perbuatanku. Selama beberapa hari aku tidak bermain sore lagi. Karena aku butuh istirahat.
Hari demi hari aku menjalankan kehidupanku dibangku SD. Pertama kali aku masuk sekolah disana, aku diajukan untuk mengikuti lomba cerdas cermat. Tapi disitu saya menolak. Karena saya kurang percaya diri. Dan akhirnya guru saya tidak mengajukan nama saya namun nama teman saya. Dikelas 1, aku mendapatkan ranking 4. Saat kelas 2, aku disuruh kembali untuk mengikut lomba Calistung (membaca, tulis, berhitung). Disitu saya diberi semangat oleh keluarga saya, teman saya dan guru guru. Akhirnya saya berfikir optomis untuk mengikuti lomba itu. Walaupun akhirnya aku tidak mendapat juara. Tapi orang orang sekitar aku sangat bangga akan perjuangan aku. Dibangku kelas 3 SD juga aku kembali mengikut lomba Calistung. Sampai kelas 4 SD, aku masih tetap mengikuti lomba itu. Walaupun aku tidak pernah memenangi lomba tersebut, tapi aku banyak dapat hal hal baru dan pelajaran dari mengikuti lomba itu.
Ketika aku kelas 5, aku ditunjuk untuk mengikuti lomba Cerpen, tetapi aku tidak mau. Mereka terus mendukung aku untuk mencoba dulu. Menang atau kalah adalah akhirnya. Yang penting usahanya. Tapi aku tetap tidak mau, karena bagiku itu bukan bakatku. Akhirnya aku mencoba bertukar mata lomba dengan salah satu temanku. Dia bernama Putri, awalnya dia tidak mau. Tapi aku terus membujuk dia, dan akhirnya dia meng-iyakan. Aku sangat senang. Jadinya aku mengikuti lomba Puisi dan temanku Cerpen. Tidak ku sangka aku mendapat juara 3. Walaupun aku awalnya gugup tapi aku tidak mau mengecewakan mereka. Disaat aku kelas 6 SD, aku ditunjuk kembali untuk mengikuti lomba O2SN yaitu Atletik (ada lempar lembing, lari, zigzag, matras, lompat dan sebagainya). Walau aku dan 5 temanku lainnya tidak menang, tapi kami bangga karena dari seratus sekolah kami menduduki posisi 20 besar. Setidaknya kami bisa melakukan yang terbaik.
Waktu terus berlalu. Aku mulai beranjak dewasa, dan orang tuaku memputuskan untuk pindah kota lagi. Karena adanya urusan kerjaan. Awalnya aku menolak, karena aku sangat sedih. Aku tidak mau meninggalkan teman teman baikku disana. Walau memang ada sebagian orang yang suka menjelek jelekkan ku tapi orang orang yang menyayangiku selalu ada bersamaku.
Saat perpisahan, aku dan teman teman kelasku menangis. Karena setelah itu, kami akan sangat jarang bertemu dan keberadaan kami saling berjauhan. Bagaimana pun mereka adalah sahabat terbaikku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar